Posted in

Hamnet dan Nuqyan: L dan N yang tertukar

Suatu pagi ketika sedang olah raga pagi, saya diperkenalkan dengan penulis Irlandia Maggie O’Farrel oleh Desert Island Discs dari BBC. Desert Islands adalah program radio BBC 4 yang selalu saya dengar dan ikuti selama sepuluh tahun ini.

Yang menarik perhatian adalah judul buku Maggie yang terbaru yaitu Hamnet. Hamnet berkisah tentang sebuah keluarga yang melewati trauma akibat kematian seorang anak lelaki mereka. Maggie menceritakan inspirasi kisah bukunya adalah kisah tragis Hamnet, anak sastrawan William Shakespeare yang meninggal dunia diusia 11 tahun karena wabah penyakit (plague). Alkisah, Shakespeare kemudian mengabadikan nama anaknya dalam drama (play) yang sangat masyur, Hamlet.

Maggie menjelaskan dalam podcast tersebut tentang sejarah nama Hamnet, atau Hamlet. Sebagian besar ahli sejarah menyebutkan Hamlet dan Hamnet adalah nama yang sama. Disebutkan, bahasa Inggris era Tudor tersebut memang penyebutan ‘L’ dan ‘N’ sering bertukar. Atau, mengutip sejarawan Eric Sams keduanya sama. “…the latter is merely an alternative spelling in the phonetic fashion of Tudor times; the two were interchangeable.”

Namun post ini sebenarnya bukan mau membahas Shakespeare, tetapi tentang tertukarnya penyebutan panggilan L dan N.

Hamlet dan Hamnet ini saya yakini adalah nama yang sama, karena saya sendiri mengalami hal yang hampir sama dalam penyebutan L dan N ini.

Ketika berusia sekitar 4-5 tahun, saya selalu memperkenalkan diri sebagai Nuqyan – bukan Luqyan. Mungkin karena cadel, atau susah menyebutkan L secara benar.

Hal ini berlangsung cukup lama, karena ketika sudah beranjak besar pun masih ada beberapa saudara yang tetap memanggil saya dengan Nuqyan. Lebih tepatnya terdengar seperti Nukyan, atau Nook-yan.

Saya ngga tahu apakah hal ini juga terjadi dengan orang lain, namun ketika saya Google, tidak menemukannya. Jadi ya begitu, sedikit cerita tentang L dan N yang bisa tertukar.

Originally published on luqyantamanni.wordpress.com, June 24, 2022: view original.

Economist and Certified Financial Planner (CFP®) working on Islamic finance and household financial decisions in Indonesia. PhD in Finance, University of Glasgow.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *