Posted in

Nobel Ilmu Ekonomi 2022: Bank runs seize the day

Apa yang diketahui oleh generasi Netflix tentang Bernanke, Diamond, Dybvig? Tidak banyak mungkin, atau malah nil jawabannya. Namun kalau pertanyaannya adalah‘bank runs’, banyak yang akan mengangguk dan berkata ‘Oh, yang mirip drama Spanyol Money Heist –La casa de papelitu ya?!’

Well, not really.

Bank runsadalah nasabah yang menarik uang mereka sendiri dari bank secara besar-besaran.Heistadalahbank robbery.

Meskipun terkadang tidak begitu jelas kenapa panitia hadiah Nobel memilih atau tidak memilih satu/beberapa tokoh yang diappresiasi setiap tahunnya, namun pilihan tahun ini cukup tepat momentumnya. Ketiga ekonom pemenang Nobel tahun ini dianggap monumental dalam kontribusinya terhadap ilmu ekonomi(economics science), secara spesifik paper-paper mereka yang relevan dalam menguraikan fenomena krisis ekonomi global serta aksi/reaksi nasabah perbankan dalam situasidistress.

“This year’s laureates in the Economic Sciences, Ben Bernanke, Douglas Diamond and Philip Dybvig, have significantly improved our understanding of the role of banks in the economy, particularly during financial crises. An important finding in their research is why avoiding bank collapses is vital.”

Dengan kondisi ekonomi global yang telah diambang resesi, pertemuan tahunan IMF-World Bank 2022punpenuh wajah cemas dan was-was akan prospek ke depan, wajar kita menggali inspirasi dan panduan bagaimana menavigasi situasi ini. Apakah perlu tindakan drastis dan kolektif sejagat, atau masing-masing negara menyesuaikan dengan kondisi perekonomiannya?

Dalam krisis 2008 di US dan Eropa, ketika pemerintah masing-masing negara ini sepakat mem-bail outbank-bank yang nyaris kolaps, berbagai tudingan dan debat muncul. Diantaranya pemerintah dianggap kembali ke rejim intervensi dan menjadi pemain, atau dianggap terlalu Keynesian. Dan ini memunculkan diskusi panjang mengenai model tata kelola perekonomian, apakah negara harushands-offsecara total mengikuti pemikiran Friedman dan Hayek (yang merupakan panutan Reagan dan Thatcher), atau perlu juga masuk pasar dengan belanja yang besar sebagaimana rumusan Keynes ketikagreat depression1930-an terjadi.

Apakah resesi sekarang akan juga memunculkan polemik yang serupa? Mungkin tidak. Karena resesi yang akan terjadi skala nyatidakakan separah 2008 AS & Eropa, atau 1997/98 Asia, apalagi sedahsyat depresi raksasa 1930-1933.

Oke, terus apa sih sebenarnya sumbangsih trio ekonom ini terhadap diskursus krisis dan perbankan?

Bernanke. Pemahaman yang dalam dan tepat dari Bernanke terhadap berbagai krisis, termasukthe great depression(Bernanke, 1983) cukup legendaris, dan bahkan beliau diangap jagonya great depression. Tulisannya memberiinsightyang sangat berharga dalam menghadapi situasi atau krisis serupa. Bernanke dalam paper 1983 tersebut mengklaim bahwabank runstelah memicu krisis 1930s yang awalnya dianggap‘ordinary recession’menjadi‘great depression’.

Pemahaman dan insight ini tentu sangat berharga bagi para regulator, dan juga bagi Bernanke sendiri ketika menavigasi the Fed dan US melewati krisis keuangan 2008 dengan baik. Barangkali ini juga alasan utama kenapa Bernanke menerima Nobel, karenahands-on experiencenya, sementara Diamond dan Dybvig lebih karena relevansi model mereka i.e. Diamond-Dybvig Model dalam menjembatanipast crisisdenganthe next.

Diamond & Dybvig. Duo ekonom Amerika ini dalam paper bersama yang terbit tahun 1983 menjelaskan untuk pertama kalinya kenapabank runsdapat terjadi, dan bagaimana mekanisme kelolaan aset dan liabilitas juga dapat menjadi jaminan tidak akan adanyarush (bank run).Dalam abstrak paper mereka (yang sekarang dapat di-download/baca secaraopen access), disebutkan:

This paper shows that bank deposit contracts can provide allocations superior to those of exchange markets, offering an explanation of how banks subject to runs can attract deposits. Investors face privately observed risks which lead to a demand for liquidity. Traditional demand deposit contracts which provide liquidity have multiple equilibria, one of which is a bank run. Bank runs in the model cause real economic damage, rather than simply reflecting other problems. Contracts which can prevent runs are studied, and the analysis shows that there are circumstances when government provision of deposit insurance can produce superior contracts.

Yang jelas, kedua paper ini memberi isyarat bahwa terkadang kemampuan kita mengurai dan menjelaskan suatu masalah rumit dengan baik/jelas, tanpa harus serta merta memberikan solusi, dapat menjadi kontribusi yang sangat berdampaklong run. Tentu saja Bernanke, Diamond dan Dybvig tidak berhenti menulis setelahpublishedtahun 1983. Mereka terus mengeksplor, FOKUS, mengembangkan (sample, analisis, scope, metodologi, dll) dalam tulisan-tulisan berikutnya. Dengan demikian fondasi ataubreakthroughyang telah diletakkan diawal karir mereka terus berkembang dan semakin solid.

Alhasil, mereka sukses mengembangkanstreamriset sendiri yangspecialized,mengembangkan tanpa henticoreriset mereka,stay focus, dan pada akhirnya mendapatkan penghargaan tertinggi dalam bidangnya.

Pesan paling penting dalam episode Nobel ini adalahpersistence. Kalau tulisan-tulisan tahun 1983 saja baru dapat penghargaan di tahun 2022, apalagi tulisan yang baru kita publish tahun lalu. Terkadang butuh waktu 40 tahun untuk sebuah karya membuahkan hasil maksimal. So, teruslah berkarya tanpa henti.Somehow, someday, the spotlight will find you. ***

References:

  1. David J Lynch dalamThe Washington Post, 10 October 2022.https://www.washingtonpost.com/business/2022/10/10/nobel-economics-bernanke-diamond-dybvig/
  2. Bernanke, B. S. (1983). Nonmonetary Effects of the Financial Crisis in the Propagation of the Great Depression.The American Economic Review,73(3), pp.257–276.
  3. Diamond, D.W. & Dybvig, P.H. (1983). Bank Runs, Deposit Insurance, and Liquidity.Journal of Political Economy,91(3), pp.401-419. Link:https://www.journals.uchicago.edu/doi/epdf/10.1086/261155

Originally published on LinkedIn, October 13, 2022: view original.

Economist and Certified Financial Planner (CFP®) working on Islamic finance and household financial decisions in Indonesia. PhD in Finance, University of Glasgow.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *