Posted in

Arti sebuah meja.

Bone, 2011

Meja adalah tempat menjaga amanah. Sebagai pemberi jasa, sebagaimana ketika melayani tamu Cahaya Bone di Sulawesi Selatan, meja di kaunter merupakan tempat menunaikan janji dan amanah dari pelanggan. Sebagai pejabat dan anggota dewan terhormat, meja kerja dari kayu jati atau mahony merupakan saksi apakah janji-janji dan amanah yang diemban telah ditunaikan atau dikhianati.

Sentul City, 2010

Meja adalah representasi identitas dan kepribadian. Meja yang bersih dan rapi, mungkin menunjukkan bahwa yang bekerja disitu merupakan orang yang teratur dan mampu mengelola hidupnya dengan baik dan terukur. Mungkin juga sedang tidak banyak kerjaannya.

Jakarta, 2010

Meja juga merupakan pajangan. Semakin banyak files bertumbuk dan berserakan, semakin sibuklah kelihatan sang pemilik meja. Sehingga boss dan tauke bisa tersenyum senang dan perusahaan tidak merasa rugi mempekerjakan sang pekerja budiman.

Jakarta, 2009

Meja adalah tempat dimana banyak cerita tersembunyi atau terkuak. Satu dus Gudang Garam tentu bukan mainan bagi pria sejati, tetapi gambaran gaya hidup tersendiri.

Meja tanpa judul – Glasgow 2013.

Dan akhirnya, meja juga merupakan tempat sunyi untuk menyendiri. Menghasilkan lamunan berbobot dan hayalan sia-sia. Apapun itu, meja adalah tempat semua cerita ditumpahkan, tempat semua duka lara tersembunyi dalam tumpukan kertas dan filing cabinet. Tempat manusia terus mencari jati diri seutuhnya. ***

Originally published on luqyantamanni.wordpress.com, December 21, 2013: view original.

Economist and Certified Financial Planner (CFP®) working on Islamic finance and household financial decisions in Indonesia. PhD in Finance, University of Glasgow.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *